Jalan atau arah

Aku sudah tak bisa mengejar sang mentari lagi
Aku sudah tak dapat menghirup harumnya rambutmu
Aku sudah tak bisa lagi menatap kedua mata nan tegas itu
Aku sudah tak dapat mendengarkan semua kebawelannya lagi
Aku sudah tak bisa menjadi sosok pendengar yang baik untuknya lagi
Bahkan aku...
Ini yang paling menyiksa
Ya aku tak bisa memilikinya kembali

Sang mentari kini telah berada di tempat yang berbeda
Ah bukan berbeda!
Jarak kita dekat bahkan sungguh dekat
Tapi ada tembok besar yang menghalangi kita!
Ya ada tembok besar.
Tembok itu seakan melarangku tuk bertemu denganmu
Tembok itu seraya berkata "sudah sana pergi buat apa kau mengharapkannya lagi? Bukankah dulu kau yang telah mencampakkannya"
Sial!
Tamparan seperti apa itu
Perkataan itu benar
Aku yang dulu menyakitinya
Tapi aku juga yang dengan egois memintanya kembali

Entahlah
Aku bingung apa yang harus ku perbuat
Apa tindakan ku mengarah ke arah yang benar?
Atau mungkin sebaliknya?
Aku tidak tahu
Kemana perginya tindakanku?!

Namun ada satu hal yang ku tahu
Jauh di lubuk sini masih tersimpan dengan rapi namamu beserta kenangannya
Disini masih ada rayuan manis yang dulu kau lontarkan
Disini masih ada kamu...
Pangeran yang mustahil tuk ku miliki (kembali)


---jessap---

Komentar