Dahulu, di masa putih abu
Di
bawah guyuran hujan nan sangat deras
Aku,
gadis bangku sekolah, duduk di belakang jok motormu
Seperti
anak kecil, aku berteriak
Entah
senang karena hujan, atau karena semesta mengirimmu
Di
bawah guyuran hujan itu,
Kita
bercanda gurau melepas tawa
Menerjang
genangan air yang membasahi seragam
Hingga,
kerisauan hadir dalam benakmu
Kau
tepikan motormu, meneduh dulu katamu
“Kita
berhenti disini dulu, aku takut kamu sakit”, ucapan sederhana
Tapi
tau tidak ? Bikin jantung ku berdebar
Memang,
tempat berteduh ini tak melindungi sepenuhnya dari hujan
Tapi,
kau dengan tubuh jangkung dan besarmu….
Kau
berusaha melindungiku
Menutupi
tubuh mungil ini dengan tubuhmu
Lalu,
kau lepaskan jaketmu, memakaikan ke badan mungil ini
Ku
lihat rambutmu sudah lepek karena hujan
Baju
seragammu tlah basah….
Bukti
pengorbanan, katamu dengan tawa
Aku
ikut tertawa… senang karena hujan menciptakan momen
Momen
nan selalu membuat rindu di kala hujan
Seperti
detik ini, di bawah percikan hujan, aku mengucap rindu
Rindu
akan momen kita bersama
Namun,
detik ini tak ku lalui hujan bersama mu
Hanya
sendiri…. Iya sendiri
Peneman
hujan ku tlah hilang entah kemana
Jiwa
petrichor dalam tubuh tlah hancur entah mengapa
Mungkin
karena pelangi sudah tak ada….
-jessap-
Komentar
Posting Komentar